Tips & Panduan

Mau Ambil KPR? Pahami Dulu Sistem Bunga Fixed dan Floating Agar Tak Rugi

×

Mau Ambil KPR? Pahami Dulu Sistem Bunga Fixed dan Floating Agar Tak Rugi

Sebarkan artikel ini

Juarumah.com – Memiliki rumah pribadi masih menjadi tujuan finansial banyak masyarakat. Salah satu cara paling umum untuk mewujudkannya adalah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Dalam skema pembiayaan ini, terdapat dua sistem bunga yang lazim diterapkan perbankan, yakni bunga tetap (fixed rate) dan bunga mengambang (floating rate). Memahami perbedaan keduanya penting karena akan berdampak langsung pada besar cicilan rumah dalam jangka panjang.

Berdasarkan penjelasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bunga tetap merupakan sistem suku bunga yang nilainya tidak berubah selama periode tertentu.

Pada kondisi normal, suku bunga KPR dapat bergerak mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia, kebijakan internal bank, serta dinamika pasar. Namun, melalui skema fixed rate, perubahan tersebut tidak memengaruhi besaran cicilan selama masa berlaku bunga tetap.

Meski memberikan kepastian, periode bunga tetap umumnya hanya diterapkan pada tahun-tahun awal kredit. Contohnya, apabila bank memberikan bunga fixed selama dua tahun pertama, maka cicilan bulanan akan tetap sama sepanjang periode tersebut. Setelah masa itu berakhir, sistem bunga biasanya beralih menjadi mengambang.

Keunggulan utama bunga fixed terletak pada stabilitas cicilan yang mudah diprediksi. Kondisi ini membantu perencanaan keuangan jangka pendek serta melindungi debitur dari gejolak ekonomi selama masa bunga tetap berlaku.

Di sisi lain, bunga mengambang memiliki karakter berbeda. Sistem ini memungkinkan perubahan suku bunga mengikuti kondisi pasar. Ketika suku bunga meningkat, cicilan KPR ikut naik. Sebaliknya, cicilan dapat menurun saat tren suku bunga melemah.

Penerapan bunga floating umumnya dimulai setelah periode bunga tetap selesai. Perubahan suku bunga tidak terjadi setiap hari, melainkan dalam interval tertentu, biasanya enam hingga dua belas bulan, bergantung pada kebijakan masing-masing bank.

Karakteristik utama bunga floating adalah besaran cicilan yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai tren suku bunga pasar. Meski mengandung risiko kenaikan cicilan, sistem ini juga memberi peluang pembayaran lebih ringan ketika suku bunga kredit menurun.

Agar keputusan mengambil KPR lebih tepat, calon pembeli rumah perlu mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya kemampuan finansial jangka panjang, pemahaman terhadap tren suku bunga pasar, serta konsultasi dengan pihak bank mengenai proyeksi suku bunga ke depan. Selain itu, sistem bunga sebaiknya disesuaikan dengan rencana pelunasan KPR yang telah disusun.

Pemahaman menyeluruh mengenai bunga tetap dan bunga mengambang menjadi kunci dalam menentukan strategi pembelian properti. Pilihan sistem bunga tidak hanya memengaruhi cicilan bulanan, tetapi juga kondisi keuangan selama bertahun-tahun masa kredit berjalan.

Karena itu, keputusan mengambil KPR perlu dipertimbangkan secara matang agar kepemilikan rumah tetap sejalan dengan stabilitas finansial. (*)