Juarumah.com – Memiliki rumah wangi dan bersih menjadi dambaan banyak orang. Selain memberikan rasa nyaman bagi penghuni, kondisi rumah yang terjaga kebersihannya juga berperan penting dalam mencegah munculnya penyakit akibat kuman dan bakteri.
Tak heran, berbagai tips rumah wangi dan bersih kerap dicari, terutama oleh masyarakat yang ingin menjaga kualitas hunian secara praktis.
Menjaga rumah tetap higienis sebenarnya tidak selalu membutuhkan cara rumit atau biaya mahal. Dengan kebiasaan yang tepat dan dilakukan secara konsisten, rumah dapat terasa lebih segar sekaligus nyaman untuk ditinggali. Berikut ini sejumlah langkah mudah yang bisa diterapkan agar rumah selalu wangi dan bersih.
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah menyusun jadwal pembersihan rutin. Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan rumah. Aktivitas seperti menyapu, mengepel lantai, serta membersihkan debu sebaiknya dilakukan secara teratur, baik harian maupun mingguan.
Area tertentu seperti kamar tidur juga perlu mendapat perhatian khusus, termasuk mengganti sprei dan sarung bantal minimal satu kali dalam sepekan demi menjaga kebersihan area istirahat.
Selain kebersihan, sirkulasi udara turut menentukan kesegaran rumah. Udara yang mengalir dengan baik akan membantu mengurangi bau tidak sedap. Membuka jendela di pagi hari menjadi cara sederhana untuk memperbarui udara di dalam rumah.
Penggunaan exhaust fan di dapur dan kamar mandi, serta penataan furnitur yang tidak menghalangi aliran udara, juga dapat membantu menciptakan suasana rumah yang lebih segar.
Untuk urusan kebersihan, bahan pembersih alami bisa menjadi alternatif yang efektif. Campuran cuka dan air dapat dimanfaatkan untuk membersihkan lantai maupun kaca.
Sementara itu, baking soda dikenal ampuh mengatasi noda membandel di area dapur seperti kompor dan wastafel. Irisan lemon juga bisa ditempatkan di dalam kulkas sebagai pengharum alami sekaligus mengurangi bau tak sedap.
Pengelolaan sampah rumah tangga juga tidak kalah penting. Sampah yang menumpuk dapat menjadi sumber bau tidak sedap. Karena itu, sampah sebaiknya dibuang setiap hari, dipisahkan antara organik dan nonorganik, serta disimpan dalam tempat sampah yang memiliki penutup rapat agar aroma tidak menyebar ke seluruh ruangan.
Agar rumah semakin nyaman, penghuni juga bisa memanfaatkan tanaman aromatis sebagai bagian dari dekorasi. Tanaman seperti lavender dan rosemary dikenal memberikan aroma menenangkan.
Sementara mint dapat menghadirkan kesegaran alami. Selain itu, lidah buaya dan peace lily kerap digunakan sebagai tanaman yang membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Penggunaan pengharum ruangan juga dapat menjadi pelengkap. Beragam pilihan tersedia, mulai dari lilin aromaterapi, essential oil diffuser, hingga potpourri berbahan bunga kering. Pemilihan aroma yang tepat dapat menciptakan suasana rumah yang lebih menyenangkan tanpa terasa menyengat.
Tak kalah penting, kebersihan pendingin ruangan atau AC juga perlu diperhatikan. Filter AC yang jarang dibersihkan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang bakteri. Membersihkan filter AC setidaknya satu kali dalam sebulan dapat membantu menjaga kualitas udara tetap bersih.
Sebagai tambahan, kebersihan furnitur berbahan kulit sebaiknya dijaga dengan pembersih khusus. Karpet juga perlu divakum secara rutin untuk menghindari debu dan tungau. Sementara itu, menempatkan kertas koran di dalam lemari pakaian dapat membantu menyerap kelembapan.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, menjaga rumah wangi dan bersih bukan lagi hal sulit. Hunian yang terawat tidak hanya membuat penghuni betah, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi siapa pun yang berkunjung. (*)


